PT Andalan Utama (PT AU) Dua Kali Absen Sidang, Sengketa 136 Hektar Diduga Kawasan Hutan Disorot

- Penulis

Kamis, 25 Juni 2026 - 12:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Bangkinang, Lensapijar.id ||Proses persidangan perkara lingkungan hidup di Pengadilan Negeri Bangkinang kembali menjadi perhatian publik. Dalam perkara Nomor 74/Pdt.Sus-LH/2026/PN Bkn, pihak tergugat PT Andalan Utama (PT AU) tercatat telah dua kali tidak menghadiri panggilan sidang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berdasarkan data Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP), sidang yang digelar pada 19 Mei 2026 dan 9 Juni 2026 dengan agenda kehadiran para pihak tidak dihadiri oleh pihak tergugat.

Perkara ini diajukan oleh Yayasan Devendra terkait dugaan sengketa lingkungan hidup atas lahan seluas ±136 hektar yang berlokasi di:

Dusun Koto Sei Tenang RT 002/003, Kelurahan Pasir Sialang, Kecamatan Bangkinang, Kabupaten Kampar, Riau.

Lahan tersebut diduga merupakan bagian dari kawasan hutan, sehingga menambah kompleksitas perkara yang tengah bergulir di pengadilan.

Penerima kuasa dari Yayasan Devendra menyampaikan harapan agar pihak tergugat menunjukkan itikad baik dengan hadir dalam persidangan berikutnya.

Kami berharap PT Andalan Utama dapat hadir dalam sidang selanjutnya untuk menghormati proses hukum yang sedang berjalan,” ujar penerima kuasa Yayasan Devendra.

Ketidakhadiran PT Andalan Utama dalam dua kali pemanggilan sidang memunculkan pertanyaan publik terkait komitmen perusahaan dalam menghadapi proses hukum, terlebih perkara ini menyangkut isu lingkungan yang berdampak luas terhadap masyarakat.

Secara hukum, apabila tergugat tidak hadir tanpa alasan sah setelah dipanggil secara patut, majelis hakim dapat melanjutkan pemeriksaan perkara tanpa kehadiran tergugat (verstek).

Sidang lanjutan dijadwalkan pada Kamis, 23 Juli 2026. Publik kini menanti apakah PT Andalan Utama akan memenuhi panggilan tersebut atau kembali absen.

Kasus ini menjadi sorotan karena tidak hanya menyangkut aspek hukum, tetapi juga potensi persoalan terhadap kawasan yang diduga sebagai wilayah hutan.**Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel lensapijar.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kasus Korupsi Tanah Restan Indra Sakti Tuntas, Kejari Kampar Eksekusi MISDI dan Kembalikan 43 Hektare Lahan
GEMURUH ANTUSIASME WARGA! MTQ TINGKAT KECAMATAN TAPUNG 2026 DI TANJUNG SAWIT BERLANGSUNG MERIAH
SMP SE-TAPUNG IKUTI SELEKSI VOLI BALL DAN VOCAL SOLO MENUJU PIALA BERGILIR TAPUNG RAYA
PCA TAPUNG RAIH JUARA 3 PELATIHAN MUBALLIGHOH PD AISYIYAH KAMPAR TAHUN 2026
PTUN Pekanbaru Goes to Campus di Unilak, Mahasiswa Hukum Diajak Memahami Praktik Peradilan TUN
Perkumpulan Insan Pers Keadilan Tapung Hulu Sambangi Karpin PTPN IV Distrik Barat Musyawarah Bansos Untuk Lima Desa
Adi Prasetyo pimpin GM FKPPI wilayah Sei Garo Tapung
Kawal Program MBG, Misharti Perkuat Sinergi dengan BGN: Pastikan Tepat Sasaran dan Berkualitas
Berita ini 36 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 05:07 WIB

Kasus Korupsi Tanah Restan Indra Sakti Tuntas, Kejari Kampar Eksekusi MISDI dan Kembalikan 43 Hektare Lahan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:42 WIB

GEMURUH ANTUSIASME WARGA! MTQ TINGKAT KECAMATAN TAPUNG 2026 DI TANJUNG SAWIT BERLANGSUNG MERIAH

Kamis, 29 Oktober 2026 - 04:52 WIB

SMP SE-TAPUNG IKUTI SELEKSI VOLI BALL DAN VOCAL SOLO MENUJU PIALA BERGILIR TAPUNG RAYA

Senin, 26 Oktober 2026 - 01:40 WIB

PCA TAPUNG RAIH JUARA 3 PELATIHAN MUBALLIGHOH PD AISYIYAH KAMPAR TAHUN 2026

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:41 WIB

Perkumpulan Insan Pers Keadilan Tapung Hulu Sambangi Karpin PTPN IV Distrik Barat Musyawarah Bansos Untuk Lima Desa

Berita Terbaru