Sejumlah Siswa, Remaja dan Balita Diduga Alami Gejala Keracunan, Penerima MBG Disebut dari Dapur yang Sama

- Penulis

Senin, 24 Agustus 2026 - 06:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TAPUNG, — Sejumlah siswa, remaja hingga balita di wilayah Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, Riau, dilaporkan mengalami keluhan kesehatan berupa mual, sakit perut hingga muntah. Kondisi tersebut menjadi perhatian setelah sejumlah penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) disebut mendapatkan makanan dari dapur yang sama.

Salah seorang siswi Madrasah Aliyah (MA) di wilayah Tapung mengaku mengalami mual sejak Jumat (21/8/2026) hingga Minggu (23/8/2026). Keluhan tersebut muncul setelah dirinya mengonsumsi makanan MBG yang dibagikan di sekolah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Siswi tersebut mengaku sempat mengonsumsi somay yang menjadi salah satu menu MBG. Namun, hingga kini belum dapat dipastikan bahwa makanan tersebut merupakan penyebab keluhan kesehatan yang dialaminya.

Informasi yang dihimpun awak media juga menyebutkan adanya sejumlah siswa, remaja dan penerima MBG lainnya yang mengalami keluhan serupa. Bahkan, seorang balita bersama ibunya disebut mengalami keluhan kesehatan dan diduga memperoleh makanan dari sumber dapur MBG yang sama.

Saat awak media mendatangi sekolah pada Senin (24/08/2026), terlihat sejumlah siswa dan siswi keluar masuk sekolah dengan alasan meminta izin. Beberapa di antaranya disebut mengalami keluhan berupa mual, bahkan ada yang dilaporkan mengalami muntah.

Situasi tersebut membuat pihak sekolah melakukan pendataan terhadap siswa yang mengaku mengalami keluhan kesehatan.

Pihak sekolah menyampaikan bahwa mereka sedang mendata siswa yang mengalami mual maupun keluhan lainnya. Sekolah juga melakukan koordinasi dengan sejumlah klinik tempat siswa mendapatkan pemeriksaan kesehatan.

Langkah pendataan tersebut dilakukan untuk mengetahui jumlah siswa yang mengalami keluhan sekaligus memastikan kondisi kesehatan masing-masing siswa.

Pihak sekolah juga belum menyimpulkan bahwa keluhan tersebut disebabkan oleh makanan MBG. Sekolah masih melakukan koordinasi dengan pihak kesehatan dan mengumpulkan informasi mengenai kondisi para siswa.

Sementara itu, berdasarkan keterangan yang diperoleh dari pihak dokter di klinik tempat pasien menjalani pemeriksaan, kondisi pasien belum dapat langsung dinyatakan sebagai akibat keracunan makanan.

Dokter masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab keluhan kesehatan yang dialami pasien. Kepastian mengenai dugaan keracunan maupun kemungkinan keterkaitannya dengan makanan MBG baru dapat diketahui berdasarkan pemeriksaan medis dan, apabila diperlukan, pemeriksaan laboratorium.

Dengan demikian, dugaan keracunan makanan dalam kasus ini masih sebatas dugaan berdasarkan keluhan kesehatan yang dialami sejumlah orang dan belum merupakan diagnosis medis resmi.

Salah satu orang tua siswa mengaku khawatir dengan kondisi kesehatan anaknya. Pihak keluarga berencana mendatangi sekolah untuk menyampaikan kondisi yang dialami anak mereka.

Bahkan, keluarga mempertimbangkan untuk membuat pernyataan agar anaknya untuk sementara tidak menerima makanan MBG sampai terdapat kejelasan mengenai kondisi kesehatan dan keamanan makanan yang diberikan.

“Kami akan datang ke sekolah dan menyampaikan kondisi anak kami. Kalau memang diperlukan, kami juga siap membuat pernyataan agar anak kami untuk sementara tidak diberikan MBG,” ujar orang tua siswa tersebut kepada awak media.

Munculnya laporan keluhan kesehatan dari sejumlah penerima MBG, terlebih adanya informasi bahwa beberapa penerima diduga memperoleh makanan dari dapur yang sama, perlu menjadi perhatian serius pihak terkait.

Penelusuran terhadap jumlah penerima yang mengalami keluhan, menu yang dikonsumsi, waktu konsumsi, proses pengolahan, distribusi hingga kondisi makanan dan sampel makanan apabila masih tersedia menjadi penting untuk mengetahui penyebab sebenarnya.

Pihak sekolah, pengelola dapur MBG, tenaga kesehatan serta instansi pemerintah terkait diharapkan dapat melakukan pemeriksaan secara objektif dan transparan.

Apabila hasil pemeriksaan nantinya menemukan adanya keterkaitan antara makanan dengan keluhan kesehatan para penerima, langkah penanganan dan evaluasi harus segera dilakukan guna mencegah kejadian serupa.

Namun demikian, seluruh pihak juga perlu mengedepankan prinsip kehati-hatian dan tidak terburu-buru menyimpulkan telah terjadi keracunan akibat makanan MBG sebelum adanya hasil pemeriksaan medis maupun laboratorium.

LensaPijar.id akan terus memantau perkembangan informasi ini dan memberikan ruang kepada pihak sekolah, pengelola MBG, tenaga kesehatan serta instansi pemerintah terkait untuk menyampaikan klarifikasi dan keterangan resmi.

LensaPijar.id — Fakta • Tajam • Terpercaya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel lensapijar.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Masyarakat Desa Kasikan dan Talang Danto Menuntut PTPN IV REGIONAL III Plasma 20 % Dari HGU
Atensi Kapolsek Tapung Hulu, Tiga Pelajar Jadi Korban Pengancaman Oleh DIKA Di dusun 02 Harapan Jaya Dilaporkan
RUU Migas dan Masa Depan Kedaulatan Energi Indonesia PEKANBARU
10 Warga Raih Doorprize Umrah, Agrinas Palma Nusantara Tunjukkan Bukti Nyata Kepedulian kepada Masyarakat
Semarak HUT RI ke-81, PAC PDI Perjuangan Pekanbaru Adu Strategi di Lomba Domino
Jalankan Asta Cita, PT Agrinas Palma Nusantara Dorong Kemitraan Berbasis Koperasi di Rokan Hulu
Yayasan SINTA Gugat PT Andika Permata Sawit Lestari, Diduga Tanam Sawit di Luar Batas HGU
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 26 Agustus 2026 - 12:46 WIB

Masyarakat Desa Kasikan dan Talang Danto Menuntut PTPN IV REGIONAL III Plasma 20 % Dari HGU

Senin, 24 Agustus 2026 - 11:44 WIB

Atensi Kapolsek Tapung Hulu, Tiga Pelajar Jadi Korban Pengancaman Oleh DIKA Di dusun 02 Harapan Jaya Dilaporkan

Senin, 24 Agustus 2026 - 08:28 WIB

RUU Migas dan Masa Depan Kedaulatan Energi Indonesia PEKANBARU

Senin, 24 Agustus 2026 - 06:32 WIB

Sejumlah Siswa, Remaja dan Balita Diduga Alami Gejala Keracunan, Penerima MBG Disebut dari Dapur yang Sama

Senin, 24 Agustus 2026 - 01:43 WIB

10 Warga Raih Doorprize Umrah, Agrinas Palma Nusantara Tunjukkan Bukti Nyata Kepedulian kepada Masyarakat

Berita Terbaru