Mhd Sanusi: Jangan Jadikan Penderitaan Petani Sawit Sebagai Bahan Pidato, Buktikan dengan Tindakan

- Penulis

Sabtu, 30 Mei 2026 - 04:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KAMPAR – Pemuda Kampar, Mhd Sanusi, melontarkan kritik keras terhadap pernyataan pemerintah yang mengancam mencabut izin pabrik kelapa sawit (PKS) yang membeli TBS petani di bawah harga yang ditetapkan. Menurutnya, ancaman tersebut tidak akan berarti apa-apa jika tidak dibarengi tindakan nyata dan transparan.

“Petani tidak bisa makan dari ancaman. Petani tidak bisa membayar pupuk dengan janji. Yang dibutuhkan rakyat hari ini adalah tindakan, bukan pernyataan yang berulang kali disampaikan ketika sorotan publik sedang tinggi,” tegas Sanusi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menilai persoalan harga sawit yang merugikan petani bukanlah masalah baru. Keluhan petani sudah bertahun-tahun terdengar, namun hingga kini masih banyak petani yang merasa tidak mendapatkan harga yang layak atas hasil kebunnya.

“Kalau memang pemerintah serius membela petani, tunjukkan siapa pabrik yang melanggar. Umumkan ke publik. Berikan sanksi. Cabut izinnya jika memang terbukti. Jangan sampai yang keras hanya pernyataannya, tetapi pelaksanaannya tidak pernah terlihat,” ujarnya.

Menurut Sanusi, masyarakat sudah terlalu sering mendengar narasi keberpihakan kepada petani, sementara kondisi di lapangan justru menunjukkan banyak petani yang semakin tertekan oleh biaya produksi yang tinggi dan harga jual yang tidak menentu.

“Rakyat sudah lelah dengan seremoni dan konferensi pers. Yang mereka rasakan hari ini adalah kebutuhan hidup yang terus naik, biaya pupuk yang mahal, sementara harga sawit sering kali tidak berpihak kepada mereka. Jangan tunggu kemarahan petani meledak baru pemerintah bergerak,” katanya.

Baca Juga:  Diduga Bertindak Bak Aparat, Sejumlah Pria Jemput Paksa Pekerja Kebun di Sekijang, Gajah CS Dampingi Anggota Buat Laporan ke Polsek Tapung Hilir

Ia juga mengingatkan bahwa petani sawit adalah salah satu penopang utama ekonomi daerah. Karena itu, negara tidak boleh kalah oleh kepentingan segelintir pihak yang diduga mengambil keuntungan di atas penderitaan petani.

“Jangan sampai negara terlihat gagah di atas podium, tetapi kehilangan keberanian saat berhadapan dengan pihak-pihak yang diduga merugikan petani. Jika benar ada pelanggaran, tindak. Jika tidak ada tindakan, publik berhak mempertanyakan keseriusan pemerintah dalam melindungi rakyatnya sendiri.”

Sanusi menegaskan bahwa ukuran keberhasilan pemerintah bukanlah banyaknya ancaman yang disampaikan kepada publik, melainkan seberapa besar perubahan yang benar-benar dirasakan petani di lapangan.

“Hari ini petani tidak membutuhkan kata-kata yang indah. Mereka membutuhkan harga yang adil, perlindungan yang nyata, dan keberanian pemerintah untuk membuktikan bahwa negara masih berpihak kepada rakyat kecil. Selain itu, semua hanya akan terdengar sebagai slogan yang terus diulang setiap kali persoalan sawit kembali menjadi perhatian publik,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel lensapijar.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sukses Gemilang! Grand Final Grasstrack & Motocross RMC Series 2026 Meriahkan HUT Bhayangkara ke-80
Grasstrack & Motocross RMC Series 2026 Meriahkan HUT Bhayangkara ke-80 di Tapung Hulu
Meriahkan HUT ke-80 Bhayangkara, Grasstrack & Motocross RMC Series 2026 Digelar di Danau Lancang, Kades dan Polsek Tapung Hulu Kompak Dukung Generasi Otomotif
Khitan Untuk Negeri Hadir di Rokan Hilir, PT EMP Energi Gandewa dan Yayasan Bakrie Amanah Ringankan Beban Warga
Lindungi Hak Siswa, Dosen FH Unilak Edukasi Hukum PKL di SMK Hasanah Pekanbaru
Purna Tugas Kades Tanjung Sawit, Warga Haru: Sosok Two Bagus Parito Pohan Sulit Digantikan
Kepala Desa Tanjung Sawit Periode 2018–2026 Akan Dilepas dalam Acara Purna Tugas
233 Perusahaan Terdaftar di OSS, Pemuda Kampar Desak Komisi III DPRD Panggil Seluruh Perusahaan
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 5 Juli 2026 - 16:02 WIB

Sukses Gemilang! Grand Final Grasstrack & Motocross RMC Series 2026 Meriahkan HUT Bhayangkara ke-80

Sabtu, 4 Juli 2026 - 19:40 WIB

Grasstrack & Motocross RMC Series 2026 Meriahkan HUT Bhayangkara ke-80 di Tapung Hulu

Sabtu, 4 Juli 2026 - 19:28 WIB

Meriahkan HUT ke-80 Bhayangkara, Grasstrack & Motocross RMC Series 2026 Digelar di Danau Lancang, Kades dan Polsek Tapung Hulu Kompak Dukung Generasi Otomotif

Kamis, 2 Juli 2026 - 13:54 WIB

Khitan Untuk Negeri Hadir di Rokan Hilir, PT EMP Energi Gandewa dan Yayasan Bakrie Amanah Ringankan Beban Warga

Kamis, 2 Juli 2026 - 10:39 WIB

Lindungi Hak Siswa, Dosen FH Unilak Edukasi Hukum PKL di SMK Hasanah Pekanbaru

Berita Terbaru