Dugaan Keracunan Massal MBG Terjadi di Tapung Hulu,Keselamatan Puluhan Siswa SMK Negeri Terancam

- Penulis

Rabu, 19 Agustus 2026 - 05:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TAPUNG HULU, KAMPAR — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Kecamatan Tapung Hulu, Kabupaten Kampar, Riau, kembali menuai sorotan tajam. Puluhan siswa SMK Negeri 1 Tapung Hulu terpaksa dilarikan ke IGD Puskesmas Suka Ramai akibat mendadak menderita gejala keracunan usai menyantap hidangan makanan yang dibagikan, pada Rabu (19/8/2026).Berdasarkan pantauan langsung dan rekaman situasi di lokasi, belasan hingga puluhan pelajar yang masih mengenakan seragam sekolah tampak lemas, dipapah, hingga terbaring di ranjang perawatan dengan penanganan selang infus dan bantuan oksigen. Pihak tenaga medis Puskesmas Suka Ramai mencatat jumlah korban yang mendapatkan penanganan medis mencapai sedikitnya 41 siswa.

Kejadian fatal ini memicu kecaman keras dari berbagai pihak. Pasalnya, insiden dugaan permasalahan makanan program MBG di Tapung Hulu ini bukan kali pertama terjadi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebelumnya, publik setempat sempat dihebohkan dengan temuan menu nasi goreng berbelatung yang disajikan kepada peserta didik SD 016 Kusau Makmur. Berulangnya kasus serupa menunjukkan indikasi kuat adanya kelemahan serius dalam sistem pengawasan, higienitas, serta kelayakan penyediaan makanan bagi anak-anak sekolah.

“Ini bukan lagi sekadar persoalan kelalaian teknis, melainkan ancaman nyata bagi keselamatan jiwa para siswa. Pemerintah pusat maupun daerah bersama instansi terkait harus menjadikan kasus ini sebagai atensi luar biasa dan segera mengambil tindakan tegas!” tegas narasi kontrol sosial masyarakat setempat.

Hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola maupun vendor penyedia program MBG setempat belum dapat dimintai keterangan resmi karena dilaporkan masih berada di lapangan untuk memfokuskan penanganan para korban yang menjalani perawatan di fasilitas kesehatan.

Masyarakat meminta pihak Kepolisian, Dinas Kesehatan, serta dinas terkait untuk segera melakukan investigasi menyeluruh, mengambil sampel makanan untuk uji laboratorium, serta mengusut tuntas keterlibatan penyedia jasa guna mencegah terulangnya tragedi serupa yang dapat membahayakan generasi muda. (Pajar Saragih).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel lensapijar.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Masyarakat Desa Kasikan dan Talang Danto Menuntut PTPN IV REGIONAL III Plasma 20 % Dari HGU
Atensi Kapolsek Tapung Hulu, Tiga Pelajar Jadi Korban Pengancaman Oleh DIKA Di dusun 02 Harapan Jaya Dilaporkan
RUU Migas dan Masa Depan Kedaulatan Energi Indonesia PEKANBARU
Sejumlah Siswa, Remaja dan Balita Diduga Alami Gejala Keracunan, Penerima MBG Disebut dari Dapur yang Sama
Semarak HUT RI ke-81, PAC PDI Perjuangan Pekanbaru Adu Strategi di Lomba Domino
Yayasan SINTA Gugat PT Andika Permata Sawit Lestari, Diduga Tanam Sawit di Luar Batas HGU
Tankos Sawit Menumpuk Dekat Permukiman, Peron di Dusun Sangkar Puyuh Disorot
Berita ini 82 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 26 Agustus 2026 - 12:46 WIB

Masyarakat Desa Kasikan dan Talang Danto Menuntut PTPN IV REGIONAL III Plasma 20 % Dari HGU

Senin, 24 Agustus 2026 - 11:44 WIB

Atensi Kapolsek Tapung Hulu, Tiga Pelajar Jadi Korban Pengancaman Oleh DIKA Di dusun 02 Harapan Jaya Dilaporkan

Senin, 24 Agustus 2026 - 08:28 WIB

RUU Migas dan Masa Depan Kedaulatan Energi Indonesia PEKANBARU

Senin, 24 Agustus 2026 - 06:32 WIB

Sejumlah Siswa, Remaja dan Balita Diduga Alami Gejala Keracunan, Penerima MBG Disebut dari Dapur yang Sama

Senin, 24 Agustus 2026 - 01:00 WIB

Berita Terbaru